Pemkab Kotabaru Luncurkan Program Intervensi Warga Miskin Produktif, Dorong Kemandirian dan Turunkan Angka Kemiskinan

oleh -859 Dilihat

KOTABARU –Lintas17news.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan meluncurkan Program Intervensi Warga Miskin Produktif yang digelar di Panggung Seni Budaya Wisata Alam Gua Lowo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemkab Kotabaru dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui sinergi data, perluasan kesempatan kerja, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Launching tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos yang mewakili Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, S.Sos.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Asisten I Setda Kotabaru atas inisiatif dan inovasi yang telah melahirkan program intervensi warga miskin produktif tersebut.

“Inovasi yang sangat visioner ini sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menurunkan angka kemiskinan di daerah,” ujar Syairi.

Ia menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Kotabaru mengalami penurunan signifikan hingga mencapai angka 43,6 persen, menjadikannya yang terendah di Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, tahun 2025 ini angka kemiskinan kita sudah yang terendah se-Kalsel. Program seperti ini perlu terus kita pacu dan jaga keberlanjutannya,” jelasnya.

Syairi juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Kami berharap tahun depan minimal ada 50 perusahaan yang bergabung dalam program ini untuk memperluas manfaatnya,” harapnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kotabaru, Drs. Minggu Basuki, M.AP, menjelaskan bahwa program ini berfokus membantu warga miskin produktif agar dalam enam bulan ke depan mereka dapat mandiri secara ekonomi dan tidak lagi tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Adapun desa sasaran di Kecamatan Kelumpang Hilir meliputi Desa Langadai (4 orang), Desa Tegal Rejo (10 orang), Desa Tarjun (3 orang), Desa Sungai Taib (10 orang), dan Desa Tirawan (10 orang).

“Kami berharap setelah intervensi enam bulan ini, mereka tidak lagi tercatat sebagai warga miskin, melainkan sudah menjadi warga sejahtera,” ungkap Minggu Basuki.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk enam perusahaan swasta, satu BUMN, dan satu BUMDes. Perusahaan yang berpartisipasi antara lain PT Arutmin Indonesia NPLCT, PT Indocement Tunggal Prakasa Unit Tarjun, PT Guthrie Internasional Pulau Laut Refinery, PT AKR Corporindo Tbk, PT Smart Tbk Unit Tarjun, PT Jasa Baratana Anugerah, serta Bank Kalsel Cabang Kotabaru dan BUMDes Pesona Rejo Jata Tegalrejo.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan pernyataan komitmen bersama intervensi warga miskin produktif oleh seluruh pihak yang terlibat, termasuk Wakil Bupati Kotabaru, Asisten Pemerintahan dan Kesra, perwakilan perusahaan, dan Kepala BPS Kotabaru.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Kotabaru yang lebih sejahtera, dengan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing dalam bidang ekonomi.(L.17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *