Banjarbaru – Lintas17news.com
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan dan Kabinda Kalsel Brigjen Pol. Nurullah melakukan monitoring ke Gudang Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan di Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (6/10/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan stok beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang disimpan Bulog layak dikonsumsi masyarakat. Gubernur Muhidin menyampaikan, kunjungan tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kualitas beras SPHP yang sempat diragukan.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi beras di gudang Bulog, agar masyarakat mendapatkan beras yang benar-benar layak konsumsi,” tegasnya.
Dari hasil pantauan, Gubernur memastikan beras SPHP impor yang tersisa sekitar 13.000 ton sudah disortir dan siap untuk didistribusikan. Ia menilai kualitasnya baik dan layak untuk penyaluran tahap selanjutnya.
“Beras dari luar daerah ini sudah melalui proses sortir dan dalam kondisi baik. Sekitar 13 ribu ton lagi akan didistribusikan hingga akhir tahun ini,” ujarnya.
Meski begitu, Gubernur menegaskan bahwa masyarakat Kalimantan Selatan lebih menyukai beras lokal. Bahkan, daerah ini kini mengalami surplus produksi beras sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sendiri tanpa harus bergantung pada pasokan luar.
Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha menambahkan, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah dan Bulog terus bersinergi mengawasi penyaluran beras SPHP agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami koordinasi dengan Pak Gubernur dan Bulog untuk memastikan distribusi 13 ribu ton beras ini tersalurkan sesuai target,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Kanwil Kalsel, Muhammad Akbar Said, menjelaskan bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 29 ribu ton, terdiri dari 16 ribu ton beras dalam negeri dan 13 ribu ton sisa impor tahun 2024.
“Tahun ini tidak ada lagi kiriman atau impor baru. Sisa stok impor tersebut akan digunakan untuk bantuan pangan dan program SPHP sesuai instruksi Badan Pangan Nasional,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur dan rombongan diterima langsung oleh Kepala Bulog bersama jajaran. Mereka meninjau kondisi gudang, mengecek sampel beras, dan membahas strategi distribusi agar masyarakat mendapat beras berkualitas dengan harga stabil. (L. 17)






