KOTABARU, Lintas17news.com-
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotabaru menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemenuhan persyaratan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2027, terutama pada aspek pencapaian Open Defecation Free (ODF) dan pembentukan kelembagaan Forum Kecamatan Sehat serta Pokja Desa Sehat.
Komitmen itu disampaikan langsung oleh perwakilan Dinas Kesehatan, H. Sugianor, dalam Workshop Penguatan Kapasitas Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat yang digelar Bapperida Kotabaru pada Jumat (5/12/2025).
Dalam paparannya, H. Sugianor menjelaskan bahwa berdasarkan data hingga akhir 2025, sebanyak 80 persen desa di Kotabaru telah mencapai status ODF. Artinya, Kotabaru secara teknis sudah memenuhi salah satu syarat utama untuk mengajukan sertifikasi ODF tingkat kabupaten.
“Secara capaian teknis, Kotabaru sudah siap. Desa ODF kita sudah 80 persen. Tinggal menunggu pengajuan sertifikasi untuk tingkat kabupaten,” ungkapnya.
Meski capaian ODF sudah memenuhi standar, Dinas Kesehatan menyoroti kendala terbesar yang masih harus diselesaikan: pemenuhan kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat minimal 50 persen.
“Yang harus dipercepat sekarang adalah pembentukan kelembagaan. Ini yang menentukan apakah Kotabaru bisa ikut penilaian KKS 2027. Tanpa forum dan pokja, kita belum bisa masuk penilaian,” tegasnya.
Menurut Dinkes, pembentukan forum di kecamatan dan pokja di desa menjadi salah satu indikator dasar yang tidak bisa ditawar dalam mekanisme penilaian KKS.
Sugianor menekankan bahwa pemenuhan syarat kelembagaan bukan hanya tugas satu instansi, tetapi memerlukan kerja bersama seluruh pihak. Ia mengajak kecamatan, desa, puskesmas, dan SKPD terkait untuk mempercepat pembentukan dan revitalisasi forum.
“Kami dari Dinas Kesehatan siap mendampingi teknisnya, termasuk melalui puskesmas. Tapi pembentukan kelembagaan harus berjalan paralel dengan dukungan kecamatan dan desa,” jelasnya.
Sebagai pengingat, ia juga menyampaikan kembali bahwa penilaian KKS mencakup sembilan tatanan, mulai dari permukiman, pendidikan, pasar, hingga penanggulangan bencana. Semuanya membutuhkan keterlibatan banyak sektor agar hasilnya optimal.
“Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri. Semua tatanan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Inilah sebab workshop seperti ini sangat penting,” tambah Sugianor.
Dengan capaian 80 persen desa ODF serta upaya percepatan pembentukan forum yang semakin intens, Dinas Kesehatan meyakini bahwa Kotabaru sedang berada pada jalur yang benar menuju penilaian KKS 2027.
“Tinggal menggenjot kelembagaan dan merapikan data. Kalau semua bergerak bersama, Kotabaru siap masuk penilaian KKS untuk pertama kalinya,” tegas H. Sugianor.(L.17)






