DP3AKB Kalsel dan BKOW Bekali Anak Putus Sekolah dengan Keterampilan Digital untuk Tingkatkan Kemandirian

oleh -569 Dilihat

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel menggandeng Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kalsel untuk memberikan pelatihan keterampilan digital kepada anak-anak putus sekolah dan penghuni Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria.

Pelatihan yang digelar di Banjarmasin, Rabu (17/6/2026), diikuti sebanyak 40 peserta yang terdiri dari 20 anak laki-laki dan 20 anak perempuan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta pemahaman anak terhadap hak-haknya, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan yang relevan di era digital.

Kepala DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan agar mampu mandiri di masa depan.

“Hari ini DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan BKOW Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan pelatihan keterampilan bagi anak-anak putus sekolah yang berada di Panti Sosial Bina Remaja Budi Satria. Selain memberikan pemahaman mengenai Konvensi Hak Anak dan hak-hak yang harus mereka peroleh, kami juga menghadirkan narasumber dari GEKRAFS untuk memberikan pelatihan pemberdayaan melalui pemasaran digital dan pengenalan produk,” ujar Husnul.

Menurutnya, keterampilan digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mempromosikan dan memasarkan produk secara digital sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi di masa mendatang.

Selain itu, Husnul menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendukung terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Kalimantan Selatan.
“Untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak diperlukan sinergi yang kuat antarsektor. Kami mengapresiasi BKOW, GEKRAFS Kalsel, pendamping PSBR Budi Satria, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” pungkasnya.(L. 17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *