Pemprov Kalsel dan Kementan Sepakati Percepatan Pertanian Modern, Target Perluasan Tanam PM-AAS 16.040 Hektare

oleh -3 Dilihat

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menyepakati percepatan penerapan pertanian modern melalui Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) guna meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi perluasan tanam PM-AAS yang digelar di Banjarbaru, Rabu (15/7/2026), melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan serta Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menegaskan bahwa keberhasilan program PM-AAS memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh hingga petani.

“Keberhasilan program PM-AAS membutuhkan kolaborasi, integritas, serta mitigasi risiko yang baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kalimantan Selatan mendapat target perluasan tanam seluas 16.040 hektare sebagai bagian dari program nasional perluasan tanam satu juta hektare yang dicanangkan Kementerian Pertanian.

Untuk mendukung target tersebut, sejumlah langkah strategis telah disepakati, antara lain penetapan hamparan lahan potensial, memastikan ketersediaan benih dan jaringan irigasi, serta pengembangan lokasi percontohan dengan mengadopsi praktik terbaik dari Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tabalong.

Menurut Syamsir, langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi perluasan tanam, meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menunjukkan, produksi padi Kalimantan Selatan pada tahun 2025 mencapai lebih dari 1,2 juta ton dengan luas panen sekitar 290.332 hektare.
Sementara pada tahun 2026, pemerintah menargetkan peningkatan produksi melalui program cetak sawah baru seluas 30.000 hektare, termasuk perluasan tanam 16.040 hektare melalui program PM-AAS.

Plt Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Wahida Annisa Yusuf, menjelaskan bahwa PM-AAS menerapkan metode tanam benih langsung menggunakan drum seeder yang didukung bantuan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta prasarana pertanian dari Kementerian Pertanian.

Menurutnya, teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus produktivitas pertanian apabila didukung kesiapan petani, pendampingan penyuluh, pengelolaan tata air, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara optimal.

Di sisi lain, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB-TPH) Kalimantan Selatan, Zainul Arifin, memastikan kesiapan pihaknya dalam menyediakan benih bermutu sesuai kebutuhan petani di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, implementasi PM-AAS diharapkan menjadi motor penggerak modernisasi pertanian di Kalimantan Selatan serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas yang lebih tinggi.(L.17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *