KOTABARU, Lintas17news.com – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Workshop Manajemen Data dan Sosialisasi Pembinaan Data Statistik Tahun Anggaran 2025 di Ballroom Lantai 4 Hotel Grand Surya Kotabaru, Jumat (14/11/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab dalam memperkuat tata kelola data untuk mendukung pembangunan daerah yang akurat dan berbasis informasi.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan laporan oleh Plt. Kabid Statistik Diskominfo Kotabaru, Rindayani, S.E. Ia menegaskan bahwa penguatan manajemen data merupakan pondasi penting bagi penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Manajemen data mencakup proses pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, hingga pemeliharaan. Dengan tata kelola yang baik, kita dapat meningkatkan efisiensi, meminimalkan kesalahan, serta menjaga keamanan informasi,” ujarnya.
Sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, H. Eka Safrudin, AP., MAP., disampaikan oleh Kepala Diskominfo Kotabaru, Gusti Abdul Wakhid, S.StP., MM. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan data bukan hanya menjadi tugas Diskominfo, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah.
“Data bukan hanya deretan angka, tetapi dasar dari setiap kebijakan, program, dan pelayanan publik. Tanpa data yang akurat dan terintegrasi, arah pembangunan dapat melenceng dan pelayanan publik tidak optimal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola data pemerintah daerah.
Setelah sambutan, workshop resmi dibuka dan diiringi dengan penyerahan Buku Data Statistik Sektoral kepada perangkat daerah sebagai bentuk penguatan literasi data di lingkup pemerintahan.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Desi Ira Wahyuni, SKM, MM, Plt. Kabid Inovasi dan Teknologi Bapperida Kotabaru, serta Muhammad Baital Salsabil, S.Tr.Stat, Pranata Komputer Ahli Pertama dari BPS Kotabaru.
Dalam paparannya, Desi Ira Wahyuni menegaskan bahwa data akurat, mutakhir, dan mudah diakses menjadi syarat utama dalam merumuskan program dan kebijakan pembangunan daerah.
Sementara itu, Baital Salsabil menjelaskan proses bisnis statistik mulai dari pengumpulan data melalui sensus dan survei hingga pemanfaatan data administrasi. Ia menekankan pentingnya keseragaman kualitas data antar-OPD agar kebijakan pembangunan dapat dirumuskan secara konsisten dan terukur.
Melalui workshop ini, Pemkab Kotabaru terus mendorong percepatan implementasi Satu Data Indonesia (SDI) sebagai standar pengelolaan data pemerintah yang akurat, terpadu, dan dapat dibagikan antarlembaga. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi perangkat daerah dalam mengelola data, metadata, serta memastikan kualitas data yang menjadi dasar perencanaan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Kotabaru.(L. 17)






