Damkar Kotabaru Edukasi Pencegahan Kebakaran untuk Siswa TK Annisa di Siring Laut

oleh -3 Dilihat

Kotabaru – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kotabaru memberikan edukasi pencegahan dan penanganan kebakaran kepada peserta didik TK Annisa. Kegiatan ini digelar di kawasan Siring Laut, Rabu (15/4/2026), sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak usia dini terhadap bahaya kebakaran.

Kepala Bidang Pencegahan Damkar Kotabaru, Gusti Rahmiati, mengatakan bahwa kegiatan edukasi tersebut merupakan agenda rutin yang menyasar anak-anak usia dini. Selain memberikan pemahaman dasar, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan tugas dan fungsi pemadam kebakaran kepada para siswa.

“Selain edukasi, kami juga mengenalkan armada yang kami miliki. Harapannya, kegiatan ini bisa menumbuhkan minat anak-anak, siapa tahu ke depan ada yang termotivasi menjadi bagian dari pemadam kebakaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan pihak sekolah dan menjadi bagian dari program pencegahan kebakaran Damkar Kotabaru. Sepanjang tahun 2026, kegiatan serupa telah dilaksanakan sebanyak enam kali di berbagai sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya siswa yang mendapatkan edukasi, tetapi juga para orang tua yang turut mendampingi. Mereka diberikan pemahaman terkait penanganan kebakaran di lingkungan rumah tangga, terutama dalam penggunaan peralatan yang berpotensi menimbulkan api.

“Kami memberikan edukasi sederhana agar masyarakat, khususnya orang tua, tidak panik saat terjadi kebakaran. Setidaknya mereka tahu langkah awal yang harus dilakukan agar api tidak cepat membesar,” jelasnya.

Sementara itu, Guru TK Annisa, Adel, mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak menjadi lebih memahami langkah yang harus dilakukan saat menghadapi situasi kebakaran.

“Anak-anak jadi tahu, kalau terjadi kebakaran bisa menghubungi pemadam kebakaran atau meminta bantuan. Ini sangat bermanfaat bagi mereka,” ungkapnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, pengetahuan anak-anak semakin berkembang dan mereka lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat bermain yang berkaitan dengan api seperti kembang api.
“Semoga anak-anak lebih waspada dan berhati-hati, serta memahami bahaya api sejak dini,” tutupnya.(L. 17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *