BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh memandang Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) hanya sebagai sarana memperoleh sertifikat. Sebaliknya, pelatihan harus menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syarifuddin, saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 di Aula Kampus I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel, Banjarbaru.
Pelatihan yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 10 Juli 2026 itu diikuti 40 ASN dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel. Dari jumlah tersebut, satu peserta meraih predikat Sangat Memuaskan, 38 peserta memperoleh predikat Memuaskan, sedangkan satu peserta dinyatakan belum memenuhi kualifikasi kelulusan.
Dalam sambutannya, Syarifuddin membacakan pesan Gubernur yang menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat melayani masyarakat.
“Kesadaran tentang amanah ini perlu kita renungi, ketimbang sekadar mengejar sertifikat kelulusan pelatihan. Menjadi seorang pemimpin yang terampil, kreatif, inovatif, dan adaptif harus dilandasi oleh kejujuran, keadilan, dan kebenaran,” ujar Syarifuddin.
Gubernur juga meminta seluruh alumni PKP Angkatan I segera mengimplementasikan aksi perubahan yang telah disusun selama proses pelatihan. Para alumni diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menularkan budaya kerja disiplin, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan di lingkungan kerja masing-masing.
“Saya berharap alumni PKP Angkatan Pertama mampu menularkan semangat perubahan kepada rekan sejawat di satuan kerja masing-masing sehingga manfaat pelatihan tidak berhenti pada diri peserta, tetapi memberikan dampak bagi organisasi secara luas,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut diumumkan lima peserta terbaik PKP Angkatan I Tahun 2026. Peringkat pertama diraih Ardiansyah dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Posisi berikutnya ditempati Dargana Minullah dari Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Rizky Fitriani dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Nur Agriati dari Inspektorat Kabupaten Balangan, serta Yuliana dari Inspektorat Kabupaten Hulu Sungai Utara.
PKP Angkatan I Tahun 2026 menerapkan metode blended learning yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran nonklasikal. Materi yang diberikan meliputi Kepemimpinan Pancasila dan Bela Negara, Kepemimpinan Pelayanan, Pengendalian Pekerjaan, hingga Aktualisasi Kepemimpinan Pelayanan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Provinsi Kalsel, Mahdiansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh fasilitator, widyaiswara, mentor, coach, dan penguji yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan pelatihan.
Prosesi penutupan ditandai dengan pelepasan kartu tanda peserta secara simbolis oleh Sekdaprov Kalsel H. M. Syarifuddin. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel H. Farid Fahmansyah, para Kepala BKPSDM kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, serta jajaran mentor dan coach pendamping.(L.17)






